BERITA & CERITA

Masih Enggan Kembali ke Rumah

03 Jan 2019

Salah satu proses distribusi di

#PeduliSelatSunda - Junia dan Rohimah adalah dua penyintas bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda. Awalnya, keduanya bermukim di Kecamatan Caringan. Namun, pasca tsunami terjadi, kini mereka menetap di Desa Cieksel.

Banyak yang senasib dengan mereka dan memutuskan untuk tinggal di daerah yang jauh dari pantai untuk memberikan rasa aman. Mereka masih enggan kembali ke rumah. Rasa takut akan terjadinya tsunami susulan dan erupsi Gunung Anak Krakatau adalah yang menjadi alasan mengapa mereka masih membiarkan rumah mereka tak berpenghuni.

“Alhamdullilah, rumah saya aman, hanya terjadi banjir saat air pasang. Sayangnya rumah itu terletak di dekat pantai, jadi sampai sekarang saya dan keluarga masih takut untuk tinggal di sana,” jelas Junia.

Meskipun kondisi rumah tetap aman, Junia menambahkan, kondisi pasca tsunami membuat ia harus kehilangan mata pencarian.

“Kami sekarang memiliki masalah keuangan. Warung kopi kami di pantai tersapu oleh tsunami. Kami harus memulai bisnis baru, tapi tidak tahu kapan itu,” tambahnya.

Serupa dengan Junia, Rohimah memaparkan kisahnya selamat dari tsunami. Dengan sekuat tenaga ia berlari dari serangan tsunami.

“Saya berlari sekuat tenaga melewati sawah. Kaki saya terluka saat itu. Tapi saya tetap membawa anak saya dan kami berlari hingga daerah Cieksel. Kami bersyukur masih ada orang-orang yang menawarkan kami tinggal di rumah mereka,” cerita Rohimah.

Rohimah mengaku harus tidur di lantai bersama anak-anaknya. Rasa dingin tentu harus dihadapi terutama saat malam hari. Namun, pasca datangnya distribusi Wahana Visi Indonesia (WVI) di Cieksel, Rohimah kini mendapatkan peralatan tambahan seperti selimut, yang bisa membuat dirinya dan anak-anaknya tetap hangat di malam hari.

Sejak respons tanggap bencana yang dilakukan WVI pada 23 Desember 2018 lalu, Wahana Visi Indonesia telah mendistribusikan sejumlah paket perlengkapan keluarga dan paket perlengkapan anak, guna memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak tsunami di Pandeglang. Selain melakukan distribusi bantuan non pangan, WVI juga membuka Ruang Sahabat Anak sebagai bentuk dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak.

Artikel Terkait

22 Apr 2019

Lebih dari 1.200 Anak di Sentani Telah Mengikuti Aktivitas Ruang Sahabat Anak

Lebih dari 1.200 Anak di Sentani Telah Mengikuti Aktivitas Ruang Sahabat Anak

#PeduliSentani – Meskipun berada di posko-posko evakuasi, anak-anak terdampak banjir Sentani,…

01 Apr 2019

Barnabas: Sekarang Kami Miskin, Tuhan Yesus Sudah Ambil Semuanya

Barnabas: Sekarang Kami Miskin, Tuhan Yesus Sudah Ambil Semuanya

#PeduliSentani – Lima belas hari telah berlalu pascabanjir bandang yang menerjang Sentani,…

20 Mar 2019

#PeduliSentani, Perpustakaan Keliling Kembalikan Semangat Wani

#PeduliSentani, Perpustakaan Keliling Kembalikan Semangat Wani

#PeduliSentani - Banjir bandang menerjang kawasan Sentani, Jayapura pada hari Sabtu…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube