BERITA & CERITA

Diskusi Publik Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kota Palu Pasca Bencana

11 Jan 2019

Diskusi publik dalam rangka penyempurnaan penyusunan dokumen rencana aksi daerah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu

#SatuHatiUntukSulteng – Penyelenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi merupakan upaya yang penting dilakukan dalam rangka penanggulangan di tahap pasca bencana. Dalam pelaksanaannya pun harus selaras dengan rencana pembangunan di tingkat nasional maupun daerah. Pengkajian kebutuhan pasca bencana (Jitu Pasna) adalah suatu rangkaian kegiatan pengkajian dan penilaian akibat, analisis dampak dan perkiraan kebutuhan yang menjadi dasar bagi penyusunan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi.

Sekretariat Daerah Kota Palu, Rabu (9/1), menyelenggarakan diskusi publik dalam rangka penyempurnaan penyusunan dokumen rencana aksi daerah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu. Diskusi ini dihadiri sejumlah pihak dari instansi pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh adat, LSM, serta media.

“Upaya membangun kembali pasca bencana harus build back better sebagai prinsip dasar rehabilitasi dan rekonstruksi. Maksudnya adalah membangun Palu harus lebih baik lagi tidak sekadar membangun dari kondisi yang ada saat ini,” ujar Presly Tampubolon, KALAKSA BPBD Kota Palu dalam presentasinya.

Konsep dasar dalam pengkajian kebutuhan pasca bencana tidak hanya melihat pada aspek fisik semata, melainkan juga aspek non fisik yang fokus pada pembangunan manusia baik sebagai individu, komunitas serta pemerintah. Dalam paparannya ia menyampaikan bahwa asessmen kebutuhan pembangunan manusia penting dilakukan melalui pengkajian gangguan akses, pengkajian gangguan fungsi, dan pengkajian peningkatan risiko.

Pengkajian dampak meliputi identifikasi dan perhitungan terhadap kerusakan, kerugian, gangguan akses, gangguan fungsi dan peningkatan risiko menyangkut lima sektor, yaitu pemukiman, infrastruktur publik, ekonomi produktif, sosial dan lintas sektor. Pemukiman dan infrastruktur publik menyangkut pembangunan perumahan dan prasarana lingkungan, sektor transportasi, serta sumber daya air dan energi. Ekonomi produktif terkait dengan upaya peningkatan ekonomi bagi masyarakat untuk bisa lebih produktif pasca bencana baik di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan dan pariwisata. Sektor sosial meliputi aspek kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial dan agama sehubungan dengan penyediaan fasilitas, tenaga ahli, serta fasilitas lain pendukung. Sementara lintas sektor meliputi sub sektor pemerintahan serta keamanan dan ketertiban.

Kabid Data dan Informasi Bappeda Kota Palu, Ibnu Mundzir menambahkan terkait lintas sektor, strategi rinci yang akan dilakukan adalah perlindungan perempuan dan anak juga bantuan pemulihan kepada kelompok rentan. Rencana ini tentunya sejalan dengan yang tengah dilakukan oleh Wahana Visi Indonesia. Situasi pasca bencana menjadi lebih berat terutama bagi perempuan dan anak terlebih ketika mereka harus hidup ditengah keterbatasan dan rentan akan kekerasan di sekitar.

Hal ini penting melalui penguatan dalam aspek sosio kultural terkait dengan interaksi sosial serta penyediaan ruang yang aman bagi perempuan dan anak. Pengarusutamaan gender dan anak menjadi penting pasca ditemukannya sejumlah kasus yang kerap dialami oleh anak dan perempuan selama mereka harus tinggal di dalam tenda.

Wahana Visi Indonesia telah membuka Ruang Sahabat Anak di 29 titik di 24 Desa melalui kegiatan positif dan edukatif guna memberi dukungan psikososial bagi anak-anak yang tinggal di posko-posko evakuasi. Lebih dari 5.050 anak terlibat dalam dalam kegiatan di Ruang Sahabat Anak, yang diselenggarakan secara rutin setiap harinya. Serta penyediaan ruang ramah ibu dan anak bagi para ibu-ibu melalui dukungan psikososial serta pemberian informasi yang bermanfaat terkait dengan ASI dan nutrisi.

Ditulis oleh: Melya Findi Astuti, CENTRE Communication Officer Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

05 Apr 2019

Selalu Ada Harapan di Tengah Keterbatasan

Selalu Ada Harapan di Tengah Keterbatasan

#SatuHatiUntukSulteng –Tak biasanya Palu diguyur hujan. Panas terik yang biasa melanda…

29 Mar 2019

Bantuan Multiguna untuk Penuhi Kebutuhan Hidup Penyintas

Bantuan Multiguna untuk Penuhi Kebutuhan Hidup Penyintas

#SatuHatiUntukSulteng – Asfiani (29) adalah seorang ibu rumah tangga. Pascagempa di…

01 Mar 2019

Anak Laki-Laki Juga Perlu Tahu Pendidikan Menstruasi

Anak Laki-Laki Juga Perlu Tahu Pendidikan Menstruasi

#SatuHatiUntukSulteng – Rosni (46) sudah menjadi guru sejak 2007. Sebagai guru…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube